Contoh Penerapan Simulasi Analisa Kebutuhan Oleh Desta Dwipuspa Ningtyas_ 1903015151

 


TUGAS 14  Contoh Penerapan Simulasi Analisa Kebutuhan


  1. Interaksi Antar Variabel 

              Pola Interaksi antar variabel dijelaskan dengan hubungan yang saling mempengaruhi antar variabel yang                 ada. Kapasitas produksi mempengaruhi kemampuan pemenuhan oleh importir  dan kapasitas  produksi                 dipengaruhi     oleh kemampuan teknologi (mesin) dan tenaga kerja. rendahnya kapasitas produksi                      mempengaruhi jumlah pemenuhan permintaan yang selanjutnya berpengaru terhadap keuntungan UMKM,              Nur, dkk. jumlah keuntungan dan kapasitas produksi merupakan indikator daya saing UMKM mebel pada              penelitian ini. pada interaksi ini. pada interaksi variabel digambarkan skenario berupa kebijakan yang akan             diterapkan untuk melihat perubahan terhadap model yang diproduksi dalam kurun waktu 120 bulan atau 10             tahun . skenario yang dikembangkan dalam pemodelan simulasi ini adalah investasi  mesin semi modern                maupun mesin modern, dan investasi peningkatan kemampuan tenaga kerja bantu untuk menjadi tenaga                ahli.

2. Diagram Stock and Flow 

    

Tujuan pembuatan diagram stock and flow adalah menggambarkan interkasi antar variabel sesuai logika struktur dengan bantuan software ventana simulator (vensim). pemodelan interaksi variabel pada diagram stock and flow dan submodel teknologi (mesin dan tenaga kerja), submodel permintaan dan produksi  submodel keuangan, dan submodel kebijakan investasi perancangan diagram stock and flow juga bertujuan mengetahui pola perilaku variabel dalam model kemampuan UKM mebel. tujuan pembuatan diagram stock and flow adalah software ventana simulator (vensim). pemodelan interaksi variabel pada diagram stock and flow dari submodel teknologi  (mesin dan tenaga kerja), submodel permintaan dari produksi, submodel keuangan dan submodel kebijakan  investasi  perancangan diagram stock and flow juga bertujuan mengetahui pola  perilaku  variabel dalam model kemampuan UKM mebel. 

3. Simulasi Hasil Pembahasan 

berdasarkan hasil simulasi kondisi eksisting, ditemukan bahwa keterbatasan kapasitas produksi  yang oleh kemampuan mesin dan kemampuan tenaga kerja  mempengaruhi profit atau keuntungan UKM. Terkait dengan hasil wawancara dengan pelaku UKM, diharapkan  adanya peningkatan kapasitas produksi melalui penambahan mesin produksi dan tenaga ahli mebel. sehingga pada skenario yang diajukan oleh penggantian mesin semi modern ke mesin mengganti 4 unit mesin modern, mengganti 8 unit mesin modern, menambah 4 unit mesin modern, 8 unit mesin modern, atau menambah 4 unit mesin modern dan investasi tenaga ahli mebel, maka hasil skenario terlihat. 


pada skenario dilakukan untuk mendapatkan strategi terbaik dengan parameter nilai keuntungan yang tertinggi sebagai indikator daya saing UKM. Pada kondisi eksisting, nilai keuntungan pada tahun ke -10 sebesar 1,4 miliar rupiah. setelah menerapkan 4 skema yaitu menggunakan 4 unit mesin modern, 8 unit mesin modern, penambahan  4 unit mesin modern dan investasi tenaga ahli, maka strategi dengan nilai keuntungan UKM tertinggi senilai 2, 173 miliar rupiah dengan melakukan investasi  4 unit mesin modern. keuntungan terendah senilai 762,17 juta rupiah pada skenario penambahan 4 unit mesin modern. pemiliham strategi jangka pendek dapat dipertimbangkan dengan mengganti mesin modern menjadi 4 unit tenaga ahli mebel sehingga dapat berdampak positif pada jangka menengah dan jangka panjang, maka pelaksanaan scenario investasi tenaga ahli dapat dipertimbangkan. sehingga terjafi keputusan perubahan mesin dan adanya kepastian permintaan mebel, maka UKM tidak memiliki kesulitan terkait  tenaga ahli lagi sehingga demikian daya saing UKM dapat meningkat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan 3; Definisi Simulasi dan Pemodelan Oleh Desta Dwipuspa