Langkah Dasar dan Contoh Simulasi Antrian oleh Desta Dwipuspa N

 




Tugas 6 Pemodelan dan Simulasi; Langkah Dasar dan Contoh Simulasi Antrian 



Langkah - langkah Dasar Simulasi

 

1.     menetapkan karakteristik masukan

·      Biasanya dimodelkan sebagai distribusi probabilitas

2.    menkonstruksi tabel simulasi

·      spesifikasi masalah

·      biasanya terdiri dari sekumpulan masukan  dan lebih dari satu respon- pengulangan

3.    membangkitkan nilai secara berulang untuk setiap masukan dan mengevaluasi fungsi



contoh simulasi sistem antrian

 

sistem antrian terdiri dari :

1.    pemanggilan populasi (calling population): biasa tidak terbatas: jika sebuah unit keluar, tidak ada perubahan pada laju ketibaan/kedatangan

2.    kedatangan/ketiban: terjadi secara acak

3.    mekanisme pelayanan: sebuah unit akan dilayani dalam panjang waktu yang acak berdasarkan suatu distribusi probabilitas

4.    kapasitas sistem: tidak ada batasan

5.    disiplin antrian - urutan layanan, misal, FIFO

 

Aliran Sistem Antrian

 

1.     kedatangan dan pelayanan didefinisikan melalui distribusi probabilitas waktu antara kedatangan dan distribusi waktu pelayanan

2.    laju pelayanan vs. laju kedatangan: tidak stabil atau ekplosif

3.    keadaan: jumlah unit dalam sistem dan status dari pelayanan

4.    peristiwa: stimulan yang menyebabkan keadaan sistem berubah 

5.   clock simulasi: trace waktu simulasi







Tabel Sistem Antrian 








pertanyaan : 


1. Apa yang dimaksud dengan validasi pada simulasi?

Jawab :

Check apakah sistim mempresentasikan sistem rill secara akurat.

2. Sebutkan 3 kelebihan simulasi!

Jawab :

Simulasi memungkinkan estimasi kinerja sistem yang ada dengan beberapa kondisi operasi yang berbeda.

Rancangan-rancangan sistem alternatif yang dianjurkan dapat dibandingkan via simulasi untuk mendapatkan yang terbaik.

3. Apa langkah terpenting dalam studi simulasi?

Jawab :

Validasi

4. Pada simulasi bisa dipertahankan kontrol yang lebih baik terhadap kondisi eksperimen.

Sebutkan 3 kelemahan simulasi!

Jawab :

Setiap langkah percobaan model simulasi stokastik hanya menghasilkan estimasi dari karakteristik sistem yang sebenarnya untuk parameter input tertentu. Model analitik lebih valid.

Model simulasi seringkali mahal dan makan waktu lama untuk dikembangkan.

Output dalam jumlah besar yang dihasilkan dari simulasi biasanya tampak meyakinkan, padahal belum tentu modelnya valid.

5.Jelaskan pengertian Kecerdasan Tiruan menurut H.A Simon [1987] ?

Jawab :

Kecerdasan buatan ( artificial intelligence ) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas

6. Sebutkan 3 pitfalls simulasi!

Jawab :

Gagal mengidentifikasi tujuan secara jelas

Desain dan analisis eksperimen simulasi tidak memadai

Pendidikan dan pelatihan yang tidak memadai

7. Jelaskan apa yang di maksud Perspektif AI dari makna Kecerdasan?

Jawab :

AI adalah bagaimana membuat mesin yang "cerdas" dan dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya dapat di lakukan oleh manusia

8. Sebutkan Perspektif AI dari sisi Tujuan AI Menurut Winston Dan Prendergast [1984]?

Jawab :

    - Membuat mesin menjadi lebih pintar ( Tujuan utama )

    - Memahami apa itu kecerdasan ( Tujuan Ilmiah )

    -Membuat mesin lebih bermanfaat (Tujuan Entrepreneurial)

9. Perbedaan Perspektif AI dari sisi pemrograman dan Perspektif AI dari sisi Penelitian?

Jawab :

Riset tentang AI dimulai pada awal tahun 1960 , percobaan pertama adalah membuat program permainan (game) catur, membuktikan teori dan general problem solving (Untuk tugas sederhana)

10. Bahasa Pemrograman apa yang sering di gunakan AI ?

jawab :

   - LISP, dikembangkan awal tahun 1950 , bahasa pemrograman pertama yang di asosiasikan dengan AI

   - PROLOG, dikembangkan pada tahun 1970

   - Bahasa Pemrograman Berorientasi obyek (Object Oriented Programming , Objective C,              C++,Smalltalk , Java)

11. Sebutkan tiga langkah proses iteratif?

Jawab :

- Observasi sistim riil dan interaksi komponen dan pengumpulan data.

- Konstruksi model konseptual.

- Penerjemahan model operasional ke bentuk yang dikenal oleh komputer.

12. Tipe tipe model?

Jawab :

a. Fisik: model rumah, model jembatan

b. Matematis (symbolic): E = mc²

13. Sebutkan 4 kondisi tidak memerlukan Simulasi?

Jawab :

a. Jika masalah dapat diselesaikan dengan metode sederhana.

b. Jika masalah dapat diselesaikan secara analitik.

c. Jika eksperimen langsung lebih mudah dilakukan.

d. Jika biaya Simulasi dianggap terlalu mahal

14. Apa yang dimaksud dengan sistem menurut schmidt dan taylor?

Jawab : suatu kumpulan satu kesatuan, seperti manusia dan mesin yang aktif dan berinteraksi bersama-sama untuk mendapatkan penyelesaian akhir pokok pikiran.

15. apa yang dimaksud sistem diskrit?

Jawab : variabel-variabel keadaan hanya berubah pada set titik waktu yang diskrit.

16. Apa yang dimaksud dengan kondisi model ?

Jawab :

Model-model tidak harus memiliki seluruh atribut; mereka disederhanakan, dikontrol, digeneralisasi, atau diidealkan.

17. Sebutkan 3 langkah utama dalam proses iteratif !

Jawab :

    1. Observasi sistim riil dan interaksi komponen dan pengumpulan data

    2. Konstruksi model konseptual

    3. Penerjemahan model operasional ke bentuk yang dikenal oleh komputer

18. Sebutkan & jelaskan 2 kategori pada sistem !

Jawab :

    - Sistim Diskrit: variabel-variabel keadaan hanya berubah pada set titik waktu yang diskrit.

    - Sistem Kontinyu: variabel-variabel berubah secara kontinyu menurut waktu.

19. Apa itu sistem menurut Schmidt & Taylor

Jawab :

Sistem didefinsikan sebagai suatu kumpulan satu kesatuan, seperti manusia dan mesin yang aktif dan berinteraksi bersama-sama untuk mendapatkan penyelesaian akhir pokok pikiran.

20. Pada dasarnya, sistem dipengaruhi oleh ?

Jawab :

Perubahan - perubahan yang terjadi diluar sistem itu sendiri


Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah  sebagaimana yang tertuang dalam https://onlinelearning.uhamka.ac.id

ah



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan 3; Definisi Simulasi dan Pemodelan Oleh Desta Dwipuspa